Magister Epidemiologi Lapangan merupakan program yang menekankan praktek di lapangan sehingga menghasilkan alumni yang mampu bekerja secara mandiri dan memiliki keahlian dalam aplikasi metode epidemiologi untuk menyediakan informasi dan saran epidemiologik bagi para pengambil keputusan di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka mengidentifikasi, membuat prioritas dan merencanakan program penanggulangan masalah kesehatan masyarakat serta menilai keberhasilan program kesehatan yang ada. Magister Epidemiologi Lapangan menekankan pada kegiatan epidemiologi lapangan, karena itu magister ini banyak melaksanakan proyek lapangan, yaitu :
- Analisis Masalah Kesehatan
- Evaluasi dan Implementasi Sistem Surveilans
- Skrining Masalah Kesehatan
- Penelitian Epidemiologi Analitik
- Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat
- Penyidikan Kejadian Luar Biasa
Program Magister Epidemiologi Lapangan merupakan program epidemiologi terapan yang memiliki masa studi 24 bulan full time yang terdiri atas empat bulan berada di kampus untuk mengikuti perkuliahan dan 20 bulan magang di institusi-institusi yang telah ditentukan antara lain Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan kabupaten, Departemen Kesehatan, Laboratorium dan lainnya. Setiap mahasiswa akan dibimbing oleh satu orang pembimbing lapangan dan satu orang pembimbing akademik. Pembimbing lapangan, biasanya merupakan staf dari institusi tempat magang yang mempunyai latar belakang epidemiologis. Pembimbing akademik merupakan staf akademik program pasca sarjana yang berbasis di Fakultas.
Desain pembelajaran yang digunakan adalah learning by doing berdasarkan permasalahan yang ada di lapangan yang ditemui sehari-hari di tempat magang. Dengan demikian, konsekuensi hasil kerja yang dilakukan oleh mahasiswa Epidemiologi Lapangan dapat digunakan secara langsung untuk populasi atau pihak terkait dengan tempat mahasiswa tersebut magang.
“Applied epidemiology is a discipline which identifies and investigates patterns of health and disease in the population served by the organization. The scope and time of any study are determined by the need for action. The task is not complete until the results of a study have been clearly communicated to those who need to know and an intervention is in place to improve the health of the people.” (TEPHINET 2000)



Program