KOMPETENSI YANG DIHASILKAN
Setelah menyelesaikan studi, secara khusus para lulusan FETP diharapkan mampu:
Mengenal, menyelidiki dan menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) penyakit/masalah kesehatan masyarakat
Merancang, melaksanakan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan hasil survei deskriptif dan penelitian analitik di masyarakat atau rumah sakit
Melakukan komunikasi secara baik, termasuk membuat laporan tertulis dan menilai program pelatihan, publikasi dan konsultasi, serta
Mengidentifikasi, membuat prioritas dan merencanakan program penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, serta menilai keberhasilan program kesehatan yang ada.
KURIKULUM
Semester 1
KUI 600 Prinsip-prinsip Ilmu Kesehatan Masyarakat
KUI 601 Prinsip-prinsip Epidemiologi
KUI 602 Dasar-dasar Biostatistika
KUI 603 Metodologi Penelitian
KUI 604 Surveilens Kesehatan Masyarakat
KUI 605 Manajemen Data dan Informasi Kesehatan
KUI 621 Dasar-dasar Penyidikan Kejadian Luar Biasa
KUI 622 Epidemiologi Penyakit-Penyakit Terkait Lingkungan
Semester 2
KUI 623 Metode Penelitian Epidemiologi
KUI 624 Biostatistika Untuk Epidemiologi
KUI 625 Metode Nonparametrik
KUI 626 Manajemen Program Kesehatan
KUI 627 Epidemiologi Penyakit-Penyakit Terkait Perilaku
KUI 628 Komunikasi dan Advokasi Kesehatan
KUI 629 Hukum, Regulasi dan Etika Kesehatan Masyarakat
Semester 3
KUI 720 Proyek Analisis Masalah Kesehatan (District Situational Analysis) *
KUI 721 Proyek Evaluasi dan Implementasi Sistem Surveilens *
KUI 722 Proyek Skrining Masalah Kesehatan *
KUI 723 Proyek Penelitian Epidemiologi Analitik*
KUI 724 Proyek Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat *
KUI 725 Proyek Penyidikan KLB *
Semester 4
KUI 709 Tesis
Download detail kurikulum
METODE PENDIDIKAN
Sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yang digunakan sesuai dengan ketentuan Dikti dan juga diakui oleh ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System)Mahasiswa menyelesaikan minimal 48 SKS. Mahasiswa mengikuti proses kegiatan akademik selama 36 jam per SKS, yang terbagi dlam masing-masing 12 jam tatap muka, kegiatan terjadwal dan kegiatan mandiri. Jumlah tatap muka suatu mata kuliah tergantung kepada beban kredit. Lama satu kali pertemuan untuk 1 SKS adalah 50 menit.
Kegiatan belajar mengajar difokuskan pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam bidang keilmuan dan penelitian, manajerial dan ketrampilan praktis di lapangan.
Keseimbangan antara kemampuan akademik dan ketrampilan di lapangan dicapai dengan metode pendidikan berupa:
- Perkuliahan tentang konsep-konsep dan metodologi epidemiologi
- Latihan dan diskusi kasus
- Belajar mandiri
- Studi kepustakaan
- Praktek di lapangan
- Seminar dan lokakarya


